Feeds:
Tulisan
Komentar

Heleosentris VS Geosentris

bulansparow 03Polemik seputar ilmu pengetahuan dan teks agama memang menarik untuk diangkat sebagaimana ketika munculnya kembali wacana kebenaran teori geosentris yang sebelumnya pernah tenggelam oleh teori heleosentris. Polemik semacam ini sebenarnya bukan hal baru bahkan pernah menjadi sebuah peristiwa yang mengguncang sejarah peradaban manusia ketika puncak masa kekuasaan gereja di benua eropa. Berikut ini kita akan mengungkap beberapa hal tentang polemik itu dari sudut pandang teks Qur’an dan ilmu pengetahuan modern.

 

Bumi mengelilingi matahari (heleosentris)

Dalam khasanah keilmuwan teori heleosentri telah mendapat dukungan dari beberapa tokoh baik dari Islam atau bukan diantaranya adalah :

  1. Al bairuni (973-1048 M): yang menyatakan tentang pengukuran posisi bintang, bahwa bumi bundar, bumi berputar pada sumbunya bukan langit yang mengelilingi bumi, bahwa bumi mengelilingi matahari, juga orbit planet yang berbentuk lingkaran dan elips.
  2. Al Batani (858-929 M) / Albategnius ilmuwan pertama yang mengukur dengan sangat cermat bahwa panjang tahun adalah 365 hari 5 jam 46 menit 24 detik 
  3. Az Zarqoni (1025-1087 M) yang mendahului Kepler dengan menyatakan bahwa planet itu mengelilingi matahari dengan lintasan elips 
  4. Phytagoras (filosof era Yunani)
  5. Nicolaus Copernicus (1473-1543 M) –de revolutionibus orbium caelestium 1507 M.
  6. Giordono Bruno ( 1544-1600 M) yang dihukum bakar oleh gereja karena mengajarkan teori ini
  7. Galileo Galilei (1564-1642) yang diinkusisi (dengan meminum racun) oleh pihak gereja karena menyerukan teori heleosentris dan bumi itu bulat
  8. Johannes Kepler (1571-1630 M) yang meneliti tentang waktu edar dan sumbu orbit
  9. Isaac Newton (1642-1727) yang menyatakan tentang teori gerak planet dan gravitasi
  10. Sayid Quthb (1906-1966) pengarang Tafsir Fii Zhilalil Qur’an dari Mesir
  11. Syeih A Hasan (PERSIS) soal jawab 2/746, 752.
  12. Harun Yahya (1956-….) seorang pemikir Islam dari Turki yang mencoba mengangkat nilai nilai Islam dengan penjelasan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
  13. Abdul Majid Az Zindani (Yaman) 
  14.  ayat Al Qur’an (penafsiran subjectif):

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Ali Imron 190) “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya”(QS. Adz Dzariat 47)

 o.    logika

Memang secara literal Al Qur’an tidak membicarakan tentang rotasi bumi namun bukan berarti hal itu tak ada. Karena banyak fenomena alam yang tidak dibahas detail dalam Al Qur’an ; seperti fenomena pelangi, stalagtit stalagmit, geyser. Atmosfer, proses gerhana dll. Semua itu untuk memudahkan pemahaman masyarakat pada saat itu.

Gunung sebagai pasak bumi agar tak goncang.

Diantara ayat Al Qur’an yang membahas tentang hal itu adalah :

  1. (QS. 16:15) “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”
  2. (QS. 21:31) “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.”
  3. (QS. 31:10) “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”
  4. d.      (QS. 78:6-7) “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?”,

Disisi lain juga tidak ada satu ayatpun dalam Al Qur’an yang menyebutkan dengan jelas  adanya peristiwa revolusi matahari kepada bumi ataupun revolusi bumi terhadap matahari sehingga perlu penelitian secara iptek. Yang banyak ditemukan adalah sebatas bahwa “Matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) masing masing” (QS. 14:33) tanpa diketahui apa dia juga beredar pada benda yanglain.

Pintu taubat disebelah barat (HR Ahmad)

 

Ada anggapan bahwa : ”Seandainya bumi  benar berputar maka pintu akan berubah arah mengikuti peredaran bumi.” Hal itu dapat dibantah dengan alasan sebagai berikut:

  1. Hal itu hanya bisa terjadi jika tidak ada gravitasi sebagai analogi adalah jika bumi itu diibaratkan motor, dan pintu itu ibarat kan orang yang naik motor. Maka seberapa cepatpun motor itu di gas maka orang yang naik itu akan tetap saja diatas motor dan tidak berubah posisinya (sepanjang ia tidak mau merubah dengan gerakannya sendiri) karena ia terikat dengan motor itu, begitu juga seberapa cepat pun bumi berputar maka ia tidak akan berpengaruh dengan kondisi barang apapun yang ada di permukaannya karena adanya gaya gravitasi yang mengikat semua benda yang ada di permukaan bumi itu.
  2. Kemudian kalau pintu itu dipahami secara dhohir ada di suatu tempat/ titik di permukaan bumi maka hal itupun adalah suatu yang absur karena barat/timur adalah suatu yang absurd tidak ada ketetapan yang pasti contohnya kiblatpun bisa di barat dan di timur mengikuti letak orang terhadap posisi kabah. jikapun bumi itu diam dan  pintu itu ada di salah satu tempat/ titik di langit maka itupun juga absur dan relatif karena tetap saja orang akan berbeda dalam menyebutkan dimana letak pintu taubat itu. Contohnya jika pintu itu ada di atas langit indonesia maka orang australia akan menganggap pintu taubat ada disebelah utara, orang papua new gunea akan menganggap pintu taubat ada di sebelah barat, orang india akan menganggap pintu taubat ada di sebelah timur dan orang jepang akan mengatakan pintu taubat ada disebelah selatan. Apakah dengan begitu pintu taubah ada disemua arah. Jika bumi itu bergerak dan pintu itu di salah satu tempat dibumi maka akibatnya adalah sama saja dengan keadaan jika bumi itu diam.Namun  akan sangat aneh lagi jika kita menganggap tidak ada hukum gravitasi dan bumi itu bergerak maka jika pintu itu ada disalah satu tempat di langit katakanlah semula ada di atas langit indonesia maka ketika bumi itu bergerak 90 derajat ke arah barat dari pintu taubat maka orang indonesia akan mengatakan pintu itu ada di sebelah timur, Ketika bumi bergerak maju 90 derajat lagi maka orang Indonesia akan menganggap pintu taubat ada di bawah, jika bumi bergerak maju 90 derajat kemudian maka orang Indoensia akan mengira pintu taubat ada di sebelah barat dan tarakhir jika bergerak 90 derajat lagi maka kita akan mengatakan pintu taubat ada diatas kita.

 Maka akan sangat aneh bahkan dalam satu tempatpun ada 4 pintu taubat lalu yang benar yang mana? maka itu arah pintu taubat tidak bisa dipahami secara tekstual dan mesti dimaknai dengan makna yang lebih dalam jika boleh memaknai maka saya akan cenderung memaknai: bahwa pintu taubat akan selalu terbuka sepanjang belum terjadi  kiamat/ matahari terbit di barat.

 

Dan hal itu selain menjadi suatu yang masuk akal juga akan lebih mudah dipahami bagi orang orang awam ataupun orang orang yang baru  belajar memahami agama ini dengan akalnya.

Matahari Mengelilingi Bumi (Geosentris)

Dalam khasanah keilmuwan teori Geosentris pernah mendapat dukungan dari beberapa tokoh diantaranya adalah :

  1. Pihak gereja yang sedang berkuasa kecuali Biarawan Koppernigk: teori ini telah dianut sejak lama hingga muncul Coppernicus (16 M)
  2. Aristoteles (348-322 SM): dalam buku berjudul “Physica
  3. dikuatkan Iskandar Ptolomeus (151-127 SM): sehingga teori geosentris bertahan selama 12 abad.

 

Diantara alasan yang digunakan oleh kalangan yang menyatakan bahwa matahari mengelilingi bumi.

  1. (QS. 2:258) “….Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.’
  2. (QS. 6:78) “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”
  3.    (QS. 7:54) “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
  4.   (QS. 18:17) “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
  5.   (QS. 21:33) “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
  6. (QS. 39:5) “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
  7. (QS. 91:1-2) “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya”

 

Bulanpun mengelilingi bumi

Peristiwa terbit, terbenam dan rotasi bulan termuat dalam ayat berikut ini;

  1. (QS. 6:77)  Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”.
  2. (QS. 10:5) “dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu,. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).”
  3. (QS. 13:2) “dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.”
  4. (QS. 14:33) “Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya)”
  5. (QS. 21:33) “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
  6. (QS. 31:29) “Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan.”
  7. (QS. 35:13) “dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.”
  8. (QS. 36:39) “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.”
  9. (QS. 36:40) “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
  10. (QS. 39:5) “menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.”
  11. (QS. 55:5)Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan”
  12. (QS. 70:40) “Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang.”

Bintangpun mengelilingi bumi

Peristiwa terbit dan terbenamnya bintang dapat kita temukan pada ayat berikut ini:

  1. (QS. 6:76) “Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”
  2. (QS. 53:1) “Demi bintang ketika terbenam.”
  3. (QS. 70:40) “Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang.”

Bumi tidak mungkin mengelilingi matahari karena bumi itu diam dengan alasan :

  1. (QS. Al baqoroh 2: 20) “Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. Artinya diam dan tetap serta tidak bergerak dan tidak pula berputar.” (lisanul arab 12/498)

Ibn Masud berkata: kedudukannya berhenti ditempatnya dengan ijin Allah (Imam Al Baghawi)

  1. (QS. Al Hajj 22:65) “Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia.”
  2. (QS. Al An’Am 27:61) “Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.”
  3.  (QS. Ar Ruum 30:25) “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).”
  4. (QS. Al Lukman 31:10) “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”
  5. (QS. Al Fathir 35: 41) “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
  6. (QS. Al  Ghafir 40:64)Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan …. Ibn katsir : Allah menjadikan bumi bagi kalian sebagai tempat tinggal, kalian bisa berbuat sesuatu didalamnya serta bisa berjalan pada permukaannya dan Allah menancapkan gunung gunung di bumi agar bumi itu tidak bergerak bersama kalian, juga Allah menjadikan langit sebagai atap yang terjaga bagi alam. “
  7. (QS. Al Fushilat 41:10) “Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.”
  8. (QS. Az Zukhruf 43:10) “Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.”
  9.  (QS. 67:16) “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?”
  10. (QS. An Naba 78:6-7) “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,dan gunung-gunung sebagai pasak?”

Kemudian juga ada anggapan bahwa yang benar adalah matahari mengelilingi bumi karena ada  hadist yang menyebutkan bahwa: “matahari 1 mil dari bumi di hari kiamat “(HR Ahmad) artinya matahari yang bergerak (di dekatkan ke bumi).

 

Jika diperhatikan dengan cermat maka kesimpulan seperti itu sangat rawan karena dapat dibantah dengan alasan sebagai  berikut:

  1. hadist itu adalah hadist yang mengkisahkan tentang kondisi manusia pasca hari kiamat yaitu pada hari penghisaban di padang maksyar. Dimana pada hari itu segala bentuk sunatullah sudah tidak berlaku lagi (bahkan kejadian yang sangat luar biasapun bisa terjadi. Kita tidak akan bisa memikirkan  bagaimana keadaaan manusia berkumpul dalam satu tempat mulai jaman Adam sampai akhir jaman). Sehingga secara dhohir hadist ini gugur tidak bisa dijadikan alasan hukum tentang hal yang dibahas yang masih masuk dalam hukum alam /sunatullah
  2. kalaupun memang matahari itu bergerak / didekatkan ke bumi apakah kita lantas kita bisa menyatakan bahwa gerakannya itu melingkar dengan mengelilingi bumi. Maka kesimpulan semacam ini adalah sangat berani.

8.       (QS. Al Fushilat 41:10) “Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.”

9.       (QS. Az Zukhruf 43:10) “Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.”

10.  (QS. 67:16) “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?”

(QS. An Naba 78:6-7) “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,dan gunung-gunung sebagai pasak?”

Kemudian juga ada anggapan bahwa yang benar adalah matahari mengelilingi bumi karena ada  hadist yang menyebutkan bahwa: “matahari 1 mil dari bumi di hari kiamat “(HR Ahmad) artinya matahari yang bergerak (di dekatkan ke bumi).

 

Jika diperhatikan dengan cermat maka kesimpulan seperti itu sangat rawan karena dapat dibantah dengan alasan sebagai  berikut:

  1. hadist itu adalah hadist yang mengkisahkan tentang kondisi manusia pasca hari kiamat yaitu pada hari penghisaban di padang maksyar. Dimana pada hari itu segala bentuk sunatullah sudah tidak berlaku lagi (bahkan kejadian yang sangat luar biasapun bisa terjadi. Kita tidak akan bisa memikirkan  bagaimana keadaaan manusia berkumpul dalam satu tempat mulai jaman Adam sampai akhir jaman). Sehingga secara dhohir hadist ini gugur tidak bisa dijadikan alasan hukum tentang hal yang dibahas yang masih masuk dalam hukum alam /sunatullah
  2. kalaupun memang matahari itu bergerak / didekatkan ke bumi apakah kita lantas kita bisa menyatakan bahwa gerakannya itu melingkar dengan mengelilingi bumi. Maka kesimpulan semacam ini adalah sangat berani.

Tinjauan Al Qur’an Dalam Masalah Rotasi Revolusi Matahari Bulan dan Bintang.

 

Kata Matahari  ada pada 49 ayat, kata mengenai Bulan ada 58 ayat, & tentang Bintang 11 ayat.

 

Masalah terbit dan terbenamnya matahari dapat kita temui pada ayat berikut ini:

  1. (QS. 2:258) “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” 
  2. 2.      (QS. 6:78) “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”, maka tatkala matahari itu telah terbenam.”  
  3. (QS. 7: 54) “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
  4. (QS. 8:90)  “dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.”
  5.   (QS. 15:73) “ketika matahari akan terbit.”
  6. (QS. 17:78) “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam.”
  7. (QS. 18:17) “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.”
  8. (QS. 18:86) “Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam.”
  9. (QS. 20:59) “Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur).”  

10.  (QS. 26:60) “Maka Fir`aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.”

11.  (QS. 50:39) “dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).”

12.  (QS. 55:17) “Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.”

 

Masalah terbit dan tenggelamnya bulan

  1. (QS. 6:77) “Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam.”

Masalah terbit dan tenggelamnya bintang

  1. (QS. 6:76) Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”
  2. (QS. 53:1) “Demi bintang ketika terbenam.”
  3. (QS. 70:40) “Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang.”

 

Analisa umum tentang terbit terbenamnya matahari bulan dan bintang

 

Memahami dengan bahasa literal sangat rawan dengan kesalahan. Orang biasanya memaknai suatu yang terbit dan tenggelam dengan tidak ada menjadi ada (terbit) dan yang ada menghilang (tenggelam)  hal ini jelas salah karena secara hakekat matahari, bulan dan bintang tidak pernah menghilang dan tidak pernah muncul begitu saja artinya mereka tidak pernah terbit dan tenggelam karena mereka tetap saja ada di dalam orbitnya. Mereka dikatakan terbit dan tenggelam karena keterbatasan penglihatan kita dalam melihat mereka. Apakah jika malam tiba ketika matahari tenggelam berarti matahari itu hilang kan tidak begitu.

Demikian juga ketika siang hari dan kita tidak melihat bulan dan bintang apakah dengan demikian mereka tidak ada. Maka itu Al Qur’an menggunakan kata terbit dan tenggelam karena pengetahuan masyarakat arab pada waktu itu memang baru segitu baru memahami dengan apa yang dilihatnya bukan dengan ilmu pengetahuan.

 

Masalah matahari naik

  1.  (QS. 7:98) “di waktu matahari sepenggalan naik.”
  2. (QS. 20:130) “dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik”.dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.”

 

Analisa teks secara umum

Secara makna bahasa naik adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan gerakan vertikal antara 2 simpul sedangkan kita tahu bahwa orbit itu berbentuk lingkaran yang tidak mempunyai simpul sehingga pada dasarnya matahari tidak mengenal gerakan naik turun ia hanya berputar yang mana dengan demikian penilaian atas dan bawah adalah sangat relatif.

Kata naik dalam Al Qur’an adalah penggambaran kata yang sangat mudah dimengerti masyarakat arab kala itu dan untuk memudahkan pemahaman saja.

 

Masalah matahari berjalan

  1. (QS. 36:38) “dan matahari berjalan di tempat peredarannya.”
  2. (QS. 37:5) “dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.”

 

Masalah perjalanan/beredarnya bulan

  1. (QS. 10:5) “dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).”
  2. (QS. 13:2) “dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.”
  3. (QS. 14:33) “Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya).
  4. 4.      (QS. 21:33) “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
  5. (QS. 31:29) “Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan.”
  6.   (QS. 35:13) “dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.”
  7. 7.      (QS. 36:39) “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.”
  8. 8.      (QS. 36:40) “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
  9. 9.      (QS. 39:5) “menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.”

10.  (QS. 55:5) “Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”

11.  (QS. 91:1-2) “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya.”

 

Analisa teks secara umum

Ayat ayat yang menerangkan tentang peredaran matahari bulan dan bintang tidak menyebutkan secara jelas apakah matahari mengelilingi bulan /bulan mengelilingi matahari,  & apakah bintang mengelingi matahari atau sebaliknya. Yang ada adalah gambaran bahwa masing masing beredar didalam orbit/ garis edarnya itu saja.

Masalah 2 tempat terbit dan terbenam matahari

 

(QS. 55:17) “Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.”

 

Analisa teks secara umum

 

Jika kita maknai secara dhohir maka berarti akan ada 2 tempat terbit dan terbenamnya matahari padahal secara nyata matahari tidak pernah terbit atau tenggelam seperti alasan terdahulu.

 

Kalaupun diyakini matahari secara indrawi memang terbit dan tenggelam maka itupun hanya disatu tempat yaitu terbit di timur dan tenggelam di barat sebagaimana banyak ayat yang menerangkan hal itu. Lain halnya jika kedua tempat itu dimaknai dalam konteks datangnya tanda tanda kiamat maka hal itu benar saja namun tidak bisa dikategorikan sebagai alasan ilmiah karena pada saat itu segala sunatulah /hukum alam / kebiasaan dan ilmu pengetahuan yang sudah tidak berlaku.  

Masalah matahari terbenam dilaut yang berlumpur hitam

 

(QS. 18:86) “Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam.”

 

Analisa teks  secara umum

Jika ayat ini dipahami secara tektual jelas menyesatkan karena kita tahu bahwa matahari tidak pernah terbenam didalam laut itu hanya penampakan indra mata kita yang hanya mampu melihat dengan segala keterbatasannya dan tidak bisa menjangkau dibalik yang terlihat itu . Hal itu sebagaimana ungkapan bahasa ketika kita naik kereta dengan cepatnya siapa yang kita lihat bergerak apakah kita atau gunung gunung dikaca jendela yang bergerak ? maka seorang anak kecil yang hanya terbatas pada mata sebagai sumber pengetahuan maka akan menjawab bahwa yang bergerak adalah gunung gunung itu. Itu hanya sekelumit kelemahan atas penafsiran bahasa yang terlalu literal sehingga pada dasarnya dengan sendirinya teks itu tidak sah untuk dijadikan landasan teori karena kesalahan literalnya (dengan tafsir literalnya), walaupun secara esensi kita yakini teks itu tidak mungkin salah.

dunia tanpa stigma

udah 2-3 kali ini di al ashar tempatku biasa sholat jumat beredar sbuah buletin, buletin ansharut tauhid yang di komandani oleh ustad yang beberapa saat telah menggegerkan dunia dgn isu terorisme nya, dialah abu bakar baasyir.

sekilas dilihat dr luar ga ada msalah dr buletin itu. sampulnya lumayan bagus, dgn setting yang sederhana, jauh dr kesan neko neko.

namun bukan disitu letak substansi yang kini menjadi bahan pembicaraan kita kali ini. terus dmana letak pentingnya…?

isinya itulah yang kini menjadi pembicaraan … sebagaimana mainstream organisasi atau harakah yang anti dgn pemerintahan skrg ini tentu sangat wajar jika isinya bikiin panas kuping orang yg baca apalagi dia orang pemerintah.

singkat kata buletin itu terancam di cekal alias tidak diedarkan ke jamaah karena isinya dinilai meresahkan. skrg menjadi sebuah pertanyaan sebegitu hebatkan efek sebuah buletin shg mampu merubah secara singkat paradigma seseorang ?

atau kah itu hanya reaksi spontan ttg ketakutan atau ketersinggungan saja?

dulu ketika pertama kali buletin itu di berikan kepada saya edisi pertama dan kedua yang isinya mengkritisi ttg sistem demokrasi dan pemilu saya jg berpikiran seperti itu. cuma karena saya ga sepakat dgn ide anti demokrasi yang saya nilai utopia yg ga menyelesaikan masalah.

saya mencekal buletin itu. tapi kemudian saya sadar bahwa orang berhak memilih itukan substansi demokrasi jadi biarkan orang memilih dgn begitu kita telah memuliakan orang lain. dgn mencekal itu selain saya egois bahwa kebenaran itu cuman pandagan saya saja selaennya adalah sesat. secara ga langsung saya jg telah menstigma orang bahwa mereka adalah bodo karena pasti akan terpengaruh dgn ide itu padahal ide itu adalah salah dalam pandangan saya.

saya secara ga langsung telah menganggap orang bodo karena ga bs menilai apa yng terbaik bagi mereka.

biarkan orang memilih biarkan orang pandai dan bertanggung jwab dgn pilihan dia andaikan ada yang ga kita sesuai dalam menilai silakan bikin buletin yg bs mengkonter ide atau gagasan buletin itu jagn malah memcekal nya itu bukannya sikap ga sportif dan pembodohan.

saya lebih bersikap menghargai adanya buletin itu drpd malah mencekalnya karena bagaimanapun dia adalah sebuah karya yang tentu sudah susah payah di buatnya, kalopun saya ga sepakat dgn isinya tp saya sangat apresiate dgn usaha dan kerja keras dr para pembuatnya.

ketika di malamnya abis magrib saya ngumpul sama temen2 yang emang udah kegiatan rutin tiap jumat sore, kita selalu menyempatkan mendiskusikan materi dr buletin itu.

smua ga luput dr bahan diskusi kita, mule dr penampilan layout, susunan bahasa mpe isi materinya.

beda pendapat setuju ga setuju jelas sebuah keniscayaan toh smua bebas menyampaikan opini dan argumentasinya. tapi untuk mencekal ibarat kata bang haji .. itu sungguh TERLALU …^_^

^ andaikan dunia tanpa stigma itu ada mgkn kita smua akan menjadi orang2 yang merdeka yang cerdas

Tulisan Sebelumnya »